Sekolah Adiwiyata adalah program pemerintah yang dilaksanakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia melalui melalui Peraturan Menteri LHK no 52 tahun 2019 tentang Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah. Sedangkan makna dari ADIWIYATA itu sendiri adalah upaya membangun program atau wadah yang baik dan ideal untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup untuk cita-cita pembangunan berkelanjutan. Secara singkatnya sekolah adiwiyata merupakan nama program pendidikan lingkungan hidup.

SMP Negeri 14 Kota Tangerang Selatan adalah salah satu sekolah negeri di wilayah Tangerang Selatan yang  berwawasan lingkungan. Selain itu sekolah yang berlokasi di jalan AMD Raya ini memiliki salah satu programnya adalah sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan hidup yang dikenal dengan sebutan Sekolah Adiwiyata. Saat ini sekolah yang pernah dikenal dengan sebutan SNEPAR 3 (SMP Negeri 3 Pondok Aren) ini sedang berbenah diri mempersiapkan sekolah Adiwiyata tingkat Nasional. “Saat ini kami sedang bahu membahu bersama guru, komite, dan orangtua murid dalam rangka mempersiapkan adiwiyata nasional” ujar H. Alan Suherlan, S. Pd., MM. selaku kepala SMPN 14 Tangerang Selatan. 

Sekolah yang berdiri sejak tahun 2006 dan memiliki luas 7.400 m2 ini merangkak sedikit demi sedikit menata lingkungannya menjadi sekolah yang asri, hijau, bersih, indah dan nyaman dengan salah satu program unggulannya yaitu Sekolah Adiwiyata. Program Sekolah Adiwiyata ini bukan sekedar menjadikan lingkungan sekolah menjadi hijau, asri, bersih, indah dan nyaman saja tetapi bagaimana sekolah berusaha memberikan pemahaman terhadap siswa dan masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup sehingga menjadi karakter dan kebiasaan bagi siswa pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya. Sekolah dalam hal ini tidak dapat melakukannya sendiri, butuh adanya dukungan dari berbagai pihak, dinas terkait, instansi terkait, dan lingkungan sekitar dalam memberikan informasi dan edukasi tentang sekolah adiwiyata.

Dalam perjalanan mempersiapkan sekolah adiwiyata nasional, sekolah kami mendapatkan penghargaan dari Indonesian Education Promoting Foundation (IEPF) bersama JICA (Japan International Cooperation Agency) Indonesia sebagai Sekolah Model Lingkungan Hidup (SMP). Lembaga yang memiliki Program Kemitraan dengan Membangun Partisipasi Aktif Masyarakat dalam Kerjasama Internasional ini sudah banyak berkerjasama dengan beberapa wilayah di Indonesia.

Program adiwiyata ini mendorong adanya peningkatan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di sekolah. Kegiatan dalam penghijauan lingkungan sekolah yang kami lakukan melibatkan seluruh warga sekolah : siswa, komite sekolah dan orangtua/wali murid diantaranya :

  • Pembibitan Tanaman Hias
  • Hutan Sekolah
  • Budi Daya Ikan Lele  
  • TOGA (Tanaman Obat Keluarga) Sekolah
  • Inovasi Produk Makanan dan Minuman
  • Pengelolaan Limbah dan Sampah

PEMBIBITAN TANAMAN HIAS

Kami memiliki keunggulan dalam pembibitan tanaman hias salahsatunya adalah tanaman jenis aglonema yaitu tanaman lipstik. Hasil dari pembibitan tanaman hias ini, sekolah kami hampir seluruh areanya dihiasi oleh tanaman lipstik. Selain menghiasi sekolah, tanaman hias ini kami jual kepada masyarakat sekitar yang hasil penjualannya kami gunakan kembali untuk pengembangan pembibitan tanaman hias lainnya. Tehnik pembibitan tanaman hias ini selain dikelola oleh petugas taman sekolah, kami juga melibatkan siswa, guru, komite sekolah, warga sekolah lainnya yaitu dengan cara mereka membawa tanaman hias ke rumah mereka masing-masing untuk dipelihara dan dikembangkan. Setelah tanaman tersebut sudah tumbuh berkembang dan bertambah banyak, mereka bawa kembali ke sekolah minimal sesuai dengan banyaknya tanaman yang mereka bawa pada awal pembibitan.

HUTAN SEKOLAH

Sekolah kami memiliki area lingkungan sekolah yang lokasinya jarang disentuh atau diperhatikan oleh warga sekolah yaitu area belakang ruang guru. Area ini memang hampir tak terjamah oleh warga sekolah. Akhirnya kami berpikir bagaimana agar area bisa bermanfaat dan terjamah oleh warga sekolah. Akhirya kami menyulapnya dengan mengubah menjadi hutan sekolah. Hutan sekolah ini kami buat sedemikian rupa agar sekolah memiliki area yang asri dan hijau serta dapat menyumbang sedikitnya untuk paru-paru desa. Dalam hutan sekolah, kami dirikan kandang burung sebagai penghias hutan sekolah sehingga dapat dinikmati sebagai refreshing untuk seluruh warga sekolah. Kandang yang berukuran kurang lebih 2 m x 6 m itu di huni oleh burung merpati, burung emprit, love bird, dan burung jalak kebo. Burung-burung yang dipelihara selain sebagai penghias hutan sekolah, kami berusaha untuk mengembangbiakan agar tetap terjaga dan lestari hewan tersebut.

BUDIDAYA IKAN LELE

Pemeliharaan dan pembesaran ikan lele dilakukan dengan dua cara, yaitu budidaya ikan dalam ember (BUDIKDAMBER) dan budidaya ikan dalam saluran/selokan air (BUDIKDAMSEL). Cara yang pertama adalah budidaya ikan dalam ember menggunakan ember berukuran besar dengan tehnik tumpang sari tanaman kangkung atau bayam yang memanfaatkan bekas gelas minum plastik sebagai wadah tanamnya.  Lalu cara yang kedua yaitu memanfaatkan saluran/selokan air sebagai wadah pemeliharaan ikan dengan menyekat dua bagian menggunakan jaring untuk penghalang ikan keluar ke ujung saluran pembuangan. Hasil pemeliharan ikan yang sudah besar-besar kami manfaatkandengan dibuat olahan makanan, dan dijual kepada warga sekolah dan masyarakat sekitar. Sebagian ikan yang tidak dijual, kami olah dengan cara dibuat kerupuk lele. Hasil olahan tersebut kami jual kepada guru-guru, masyarakat sekitar, dan warung-warung sekitar.

TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA)

Dari sekian luas lahan yang dimiliki sekolah, sebagiannya kami manfaatkan juga untuk menanam tanaman obat keluarga. Dalam lahan TOGA kami tanam seperti : jahe, kunyit, lengkoas, sereh, jeruk nipis, jeruk limo, kencur, kumis kucing, kecombrang, dll. Beberapa hasil dari tanaman obat keluarga ini kami manfaatkan juga untuk diolah menjadi minuman herbal imun. Produk minuman herbal ini kami pasarkan kepada warga sekolah, komunitas, warung-warung sekitar, dan masyarakat sekitar. Bagi warga sekolah yang ingin menjadi reseller juga kami persilahkan sehingga produk ini bisa dikenal oleh masyarakat luas lainnya.

INOVASI PRODUK MAKANAN DAN MINUMAN

Lahan pekarangan sekolah yang kami tanami dengan bermacam tanaman dan pohon produktif, sedikit banyak hasilnya dapat dinikmati sehari-hari oleh warga sekolah. Dari hasil pekarangan tersebut kami manfaatkan dengan membuat inovasi makanan dan minuman, yaitu Kerupuk Lele, Keripik Kedebong Pisang, dan Minuman Herbal Imun. Semua produk inovasi tersebut dikerjakan dan dikembangkan oleh guru-guru. Produk tersebut kita jual kepada warga sekolah khususnya dan masyarakat sekitar pada umumnya. Kami juga sudah memiliki pelanggan tetap dari komunitas dan warung-warung sekitar sekolah. Hasil dari penjualan produk kami gunakan kembali untuk mengembangka produk yang sudah ada dan menciptakan produk baru lainnya.

PENGELOLAAN LIMBAH DAN SAMPAH

Limbah dan sampah yang ada di sekolah tidak semua dibuang atau diangkut oleh petugas sampah yang datang satu minggu 3 kali. Limbah dan sampah yang bisa dimanfaatkan dipilah-pilah terlebih dahulu agar tidak bercampur dengan semua limbah dan sampah yang ada. Kami memiliki area atau lokasi untuk mengumpulkan sampah dan limbah yang disebut bank sampah. Di lokasi bank sampah ini kami bisa memproduksi salah satunya adalah membuat kompos. Kompos ini akan digunakan sebagai pupuk alami untuk menyuburkan tanaman yang kami miliki. Selain dimanfaatkan untuk membuat kompos, sampah atau limbah lainnya bisa dimanfaatkan dengan cara membuat kerajinan salahsatunya yaitu membuat ecobrick yang memanfaatkan sampah berupa botol bekas minum dan kertas atau plastik. Ecobrick ini kami manfaatkan sebagai pagar mini penghias tanaman dilingkungan halaman sekolah.

Kami mohon dukungan dan supportnya kepada semua pihak agar kami bisa menjadi Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional dan dapat lanjut ke jenjang berikutnya menjadi Sekolah Adiwiyata Mandiri.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *